twitter
rss




Iman merupakan perkara penting untuk kelangsungan hidup manusia. Iman adalah kepercayaan/ mempercayai dengan sepenuh hati akan sesuatu. Iman terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan melakukannya dalam perbuatan. 
Iman kepada Allah berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah benar-benar ada. Ialah yang menciptakan seluruh bumi dan segala pernak-pernik di dalamnya. Manusia, hewan, air, tumbuhan, batu dan ribuan benda-benda lain di muka bumi merupakan contoh kecil dari bukti adanya Sang Maha pencipta, Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Allah membuktikan kekuasaanNya dengan dua bukti. Bukti/dalil Aqli dan Dalil Naqli. Dalil aqli adalah dalil yang ditunjukkan oleh akal manusia. Bukti-bukti fisik alam membuktikan keberadaanNya. Gunung meletus, banjir, hujan, perputaran dan peredaran bumi, dll. Manusia jika dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lain adalah seumpama setitik debu yang terombang-ambing oleh angin. Manusia hanya makhluk yang sepatutnya menghamba kepada sang penciptanya. 
coba kita bayangkan. Jika 10 detik saja jantung manusia tidak bekerja, ginjal tidak bekerja sesuai dengan fungsinya, tangan yang bagiannya terdapat jari-jari untuk belajar, untuk apapun, mereka tidak dapat digunakan dengan semestinya. Semua itu masuk kedalam perputaran "takdirNya". Seluruh sistem yang ada dalam tubuh manusia adalah merupakan kehendak dan kesempurnaanNya. Kesempurnaan Allah ada di mana saja, sistem anatomi tubuh adalah secuil dari kemaha AgunganNya. Allah maha Esa, Allah maha Perkasa, Allah maha Mulia dan Allah maha Segalanya. Masih ragukah kita kepadaNya? Masih tidak inginkah kita meraih ridoNya?
Allah merupakan zat Maha sempurna yang menciptakan manusia dengan segala sistem anatominya. Darah mengalir sesuai dengan pembuluhnya, otot-otot disembunyikan oleh Allah dibawah lapisan kulit manusia. Coba bayangkan, apabila Ia menghendaki menempatkan otot di luar kulit manusia. Niscaya manusia yang memilikinya akan merasa takut dengan apa yang ada di tubuhnya. Sungguh, Allah itu maha indah dan maha Perkasa akan  segala sesuatu.

Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.


Melalui QS Al-Mu’min ayat 68 ini, Allah membuktikan kekuasaanNya. MAsih patutkah kita takabur dan menyombongkang diri atas apa yang kita miliki di dunia? Don’t!! Karena semua itu milik Allah dan akan  kembali kepada Nya.   

Sesungguhnya semua itu milik Allah dan akan kembali kepadaNya (QS. Al-Baqarah: 156).


Written By:       Nita Vitri Sri Handayani


0 komentar:

Posting Komentar