Iman merupakan perkara penting untuk
kelangsungan hidup manusia. Iman adalah kepercayaan/ mempercayai dengan sepenuh
hati akan sesuatu. Iman terbagi menjadi 3 tingkatan, yaitu meyakini dalam hati,
mengucapkan dengan lisan, dan melakukannya dalam perbuatan.
Iman kepada Allah berarti meyakini
dengan sepenuh hati bahwa Allah benar-benar ada. Ialah yang menciptakan seluruh
bumi dan segala pernak-pernik di dalamnya. Manusia, hewan, air, tumbuhan, batu
dan ribuan benda-benda lain di muka bumi merupakan contoh kecil dari bukti
adanya Sang Maha pencipta, Allah Subhanahu wa ta'ala.
Allah membuktikan kekuasaanNya
dengan dua bukti. Bukti/dalil Aqli dan Dalil Naqli. Dalil aqli adalah dalil
yang ditunjukkan oleh akal manusia. Bukti-bukti fisik alam membuktikan
keberadaanNya. Gunung meletus, banjir, hujan, perputaran dan peredaran bumi,
dll. Manusia jika dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lain adalah seumpama
setitik debu yang terombang-ambing oleh angin. Manusia hanya makhluk yang sepatutnya
menghamba kepada sang penciptanya.
coba kita bayangkan. Jika 10 detik
saja jantung manusia tidak bekerja, ginjal tidak bekerja sesuai dengan
fungsinya, tangan yang bagiannya terdapat jari-jari untuk belajar, untuk
apapun, mereka tidak dapat digunakan dengan semestinya. Semua itu masuk kedalam
perputaran "takdirNya". Seluruh sistem yang ada dalam tubuh manusia
adalah merupakan kehendak dan kesempurnaanNya. Kesempurnaan Allah ada di mana
saja, sistem anatomi tubuh adalah secuil dari kemaha AgunganNya. Allah maha
Esa, Allah maha Perkasa, Allah maha Mulia dan Allah maha Segalanya. Masih
ragukah kita kepadaNya? Masih tidak inginkah kita meraih ridoNya?
Allah merupakan zat Maha sempurna yang menciptakan manusia
dengan segala sistem anatominya. Darah mengalir sesuai dengan pembuluhnya,
otot-otot disembunyikan oleh Allah dibawah lapisan kulit manusia. Coba
bayangkan, apabila Ia menghendaki menempatkan otot di luar kulit manusia.
Niscaya manusia yang memilikinya akan merasa takut dengan apa yang ada di tubuhnya.
Sungguh, Allah itu maha indah dan maha Perkasa akan segala sesuatu.
Dia-lah
yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan,
Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.
Melalui QS Al-Mu’min ayat 68 ini, Allah
membuktikan kekuasaanNya. MAsih patutkah kita takabur dan menyombongkang diri
atas apa yang kita miliki di dunia? Don’t!! Karena semua itu milik Allah dan
akan kembali kepada Nya.
Sesungguhnya semua itu milik Allah dan akan
kembali kepadaNya (QS. Al-Baqarah: 156).
Written By: Nita Vitri Sri Handayani




