twitter
rss

Dikisahkan ada beberapa orang yang memiliki suatu kebun. Kebun mereka berisi buah-buahan yang sangat banyak dan sudah waktunya untuk dipanen esok hari. Kebun itu dikelola oleh para fakir miskin yang dipekerjakan oleh si pemilik kebun. Namun, mereka berniat tidak akan memberikan fakir miskin yang ada dalam buah tersebut. Kemudian, muncullah sebuah rencana dari mereka untuk memiliki seutuhnya hasil panen dari kebun tersebut. 


Salah seorang dari mereka berkata : ”Jika kau tidak ingin buah itu diserahkan kepada mereka (fakir miskin), mari kita bangun pagi-pagi buta sebelum mereka bangun, kemudian kita ambil buah-buah yang sudah masak itu.” Akhirnya mereka tertidur pulas di malam harinya dan bertekad kuat untuk masuk ke kebun pagi-pagi buta. Mereka tidak ada perasaan apa pun mengenai kebun mereka. Mereka tertidur pulas malam itu. 

Keesokan harinya, mereka bergegas menuju kebun. Tanpa diduga-duga, kebun yang kemarin baru saja mereka lihat sangat rindang akan buah-buahnya. Sekarang hitam legam karena terbakar dan tak ada buahnya. Kemudian mereka berkeyakinan bahwa kebun yang mereka masuki bukanlah kebun mereka. “Padahal kebun ini kemarin mendatangkan hasil yang melimpah ruah, kini kemana gerangan buah-buahan itu pergi ? dan mengapa pohon-pohon itu terbakar ?” batin mereka.

Semuanya berkeyakinan kalau mereka salah jalan dan memasuki kebun yang salah. Lalu mereka pergi ke kebun yang  lain. Namun, mereka kembali ke tempat semula sembari bertanya “ Apakah benar ini kebun kita? Tiba-tiba dengan sangat yakin mereka berkata bahwa kebun yang sedang mereka masuki adalah benar-benar kebun mereka sendiri yang baru kemarin rimbun penuh dengan buah-buahan yang siap panen, dan inilah kebun di mana mereka tidak akan menyerahkan hak-hak para fakir misikin itu. 

Setelah beberapa saat mereka sadar bahwa pasti mereka telah berbuat dzalim. Kalau tidak Allah tidak akan menghilangkan nikmat panen tersebut. Allah tidak akan membakar habis buah-buahan mereka yang berlimpah ruah. Setelah mendengarkan orang yang paling bijaksana di antara mereka, mereka barulah sadar dan tahu bahwa mereka telah mengjalangi hak-hak fakir miskin, dan sebenarnya mereka sendiri lah yang menghilangkan nikmat itu. Akhirnya mereka kembali ke jalan yang benar dan memberikan hak-hak fakir miskin agar Allah memberkahi rezki yang mereka miliki.

0 komentar:

Posting Komentar